PEMBUATAN BODY MOBIL
Sebagian dari kita mungkin sudah
mengenal alat-alat bantu yang digunakan dalam proses pembentukan plat. Misalnya
alat pemotong, mulai dari alat potong manual hingga alat potong hodrolik, alat
penekuk plat, silinder pembuat radius, dan tentu masih banyak lagi. Satu alat
hanya untuk mengerjakan satu proses saja. Tapi apada era mdern ini alat-alat
tersebut mulai ditinggalkan pada proses manufacturing prduksi masal, seperti
pada manufacturing produksi mobil. Sebagian besar perusahaan manufacturing plat
sekarang ini telah beralih menggunakan mesin press.
Mesin press lebih efektif karena
dapat melakulkan proses cuting sampai dengan proses bending dan forming pada
sekali proses pengepresan saja. Dan dengan hasil yang 99.9% sama antara part
buatan pertama hingga terakhir sehingga sangat cocok sekali digunakan pada
proses produksi masal. Mesin press digunakan hampir pada seluruh proses
produksi yang didalamnya ada proses pengerjaan dan prmbentukan plat. Namun pada
artikel ini hanya akan dibahas salah satunya yaitu pada proses manufacturing
pembuatan body mobil. Mesin press yang digunakan adalah mesin press hidrolik
500 ton sampai ribuan ton, baik yang manual maupun yang sudah fully automatik
dengan menggunakan lengan robot. Berikut adalah tahapan-tahapan pembuatan body
mobil
1.
Shearing
Proses
pertama adalah shearing atau proses pemotongan awal. Proses ini memotong
lembaran plat baja dari bahan mentah yaitu gulungan coil plat baja menjadi
lembaran-lembaran plat baja berbagai ukuran. Proses shearing dibedakan menjadi
beberapa macam yaitu pemotongan lurus, pemotongan miring dan pemotongan
kombinasi.
2.
Stampling (pengepressan)
Pengepressan
dilakukan beberapa tahap, biasanya untuk membuat satu press part jadi
dibutuhkan 3 sampai 4 kali proses pengepressan. Hal ini dilakukan untuk
mencegah kerusakan yang terjadi pada plat karena dalam proses pengepressan juga
terjadi proses cutting, penarikan dan bending. Secara umum proses stampling
dapat dibagi menjadi beberapa macam yaitu:
a.
Proses Cutting ( pemotongan
).
Proses
pemotongan adalah proses dimana material di potong sesuai dengan ukuran yang
diinginkan agar material tersebut dapat dikerjakan kedalam proses berikutnya.
Jenis – jenis proses pemotongan antara lain :
a. Blanking
Blanking adalah proses persiapan
material, material dipotong sesuai dengan yang dibutuhkan. Proses blanking bertujuan
agar mendapatkan hasil potongnya atau blank, sedangkan sisanya akan
dibuang sebagai sampah atau disebut scrap.
b. Cutting
Yaitu suatu proses pemotongan material
yang masih berbentuk lembaran (blank material). Proses cutting merupakan
proses pemotongan beberapa bagian dari suatu part. Sisa pemotongan
dibuang sebagai scrap.
c. Trimming
Yaitu sutu proses pemotongan material
pada bagian tepi. Biasanya proses ini adalah lanjutan dari proses sebelumnya
seperti draw, stamp dan sebagainya.
d. Notching.
Notching adalah proses pemotongan pada
bagian pinggir material part, biasanya pada progressive dies. Dengan pemotongan
tersebut, part berangsur terbentuk walaupun masih menempel pada scrap skeleton.
e. Parting atau Separating
Parting atau separating adalah proses
pemisahan suatu part menjadi dua bagian atau beberapa bagian dari sheet metal
strip sehingga menghasilkan part yang dikehendaki. Pada proses separating
terdapat scrap yang tidak terpakai.
b. Proses Forming (
pembentukan ).
Forming adalah
istilah umum yang dipakai pada proses pembentukan sheet metal untuk mendapatkan
contour yang diinginkan. Proses forming, tidak menghasilkan pengurangan atau
penghilangan material seperti yang terjadi pada proses cutting. Maka untuk
istilah pembentukan juga berbeda-beda agar tidak salah pengertian. Jenis-jenis
proses pembentukan tersebut antara lain:
a. Bending
Bending adalah
proses penekukan plat dimana hasil dari penekukan ini berupa garis sesuai
dengan bentuk sudut yang diinginkan.
b. Flanging.
Flanging
adalah sama seperti bending namun garis bending yang dihasilkan tidak lurus
melainkan mengikuti bentuk part yang bersangkutan. Proses ini dimaksudkan untuk
memperkuat bagian sisi dari produk atau untuk alasan, keindahan.
c. Forming.
Forming mengacu
pada pengertian yang lebih sempit yang artinya adalah deformasi dari sheet
metal yang merupakan kombinasi dari proses bending dan flanging. Proses forming
menghasilkan bentuk yang sangat kompleks dengan tekukan-tekukan serta contour
part yang rumit.
d. Drawing.
Drawing
adalah forming yang cukup dalam sehingga proses pembentukannya memerlukan blank
holder atau stripper dan air cushion / spring untuk mengontrol aliran dari
material. Untuk bentuk yang tidak beraturan diperlukan bead untuk
menyeimbangkan aliran material. Untuk menghasilkan produk yang baik, sebaiknya
digunakan steel sheet khusus proses drawing dan menggunakan mesin press
hidrolik.
e. Deep
Drawing.
Deep
Drawing merupakan proses drawing yang dalam
sehingga untuk mendapatkan bentuk dan ukuran produk akhir diperlukan beberapa
kali proses drawing. Blank holder / stripper mutlak diperlukan dan hanya dapat
diproses pada mesin press hidrolik dan menggunakan sheet metal khusus untuk
deep drawing.
c. Proses Compression (
penekanan).
Proses
ini termasuk dalam operasi forming yang mana tekanan yang kuat diberikan pada
sheet metal untuk menghasilkan tegangan kompresi yang tinggi pada plat untuk
menghasilkan deformasi plastis. Jenis-jenis proses penekanan ini adalah :
a. Stamping
atau Marking.
Stamping atau Marking atau
kadang-kadang disebut proses coining digunakan untuk membuat tanda, simbol,
huruf atau bentuk lainnya dengan proses cold forging.
b. Heading.
Heading adalah
proses pembentukan kepala dari part, biasanya pada material steel bar. Proses
pembentukannya dengan proses hot forging atau cold forging dimana bagian ujung
dari part diproses dengan menggunakan pressing dies untuk membentuk kepala.
c. Sizing.
Sizing adalah
operasi dimana material plat diberi tekanan tinggi yang mana menyebabkan
material mengalir, karena itu sizing bertujuan untuk memperbesar akurasi
dimensi dari part / benda kerja.
3.
Welding (pengelasan)
Welding
atau pengelasan adalah proses sebelum painting atau pengecatan. Welding
digunakan untuk menyatukan tiap-tiap press part yang telah selesai dibuat sehingga
bisa terbentuk body mobil yang utuh. Proses pengelasan yang digunakan sendiri
dilakukan secara manual tetapi ada juga yang dilakukan oleh lengan-lengan
robot. Jenis pengelasan yang digunakan adalah spot welding, namun ada juga
welding co tapi hanya pada beberapa bagian tertentu saja.
4.
Painting (pengecatan)
Painting
merupakan proses terakhir dari pembuatan body mobil. Pengecatan dilakukan
dengan pengecatan semprot dan celup. Pengecatan semprot pun ebagian sudah
diotomatisasi dengan lengan robot.


Produk Petrofer Oil tersedia untuk semua kebutuhan industri seperti :
ReplyDeleteMetal working fluid, Metal forming lubricants, Die casting, Forging, Hidrolik oil, Slide way, Gear oil, Cutting oil, Quenching oil dan berbagai jenis chemicals.
WA=081310849918
Email tommy.transcal@gmail.com
Terima kasih